Diskotek Drive-in Jerman
Saat klub malam Eropa masih tutup, Jerman menghadirkan diskotek drive-in: penonton membunyikan klakson mengikuti hentakan musik. Bernama Autodisco, acara ini pertama digelar pada Mei 2020.
Saat klub malam di Eropa masih tutup, Jerman menghadirkan konsep diskotek drive-in, tempat penonton membunyikan klakson mengikuti hentakan musik alih-alih bersorak.
Acara yang diberi nama Autodisco ini pertama kali digelar pada awal Mei 2020 di kota kecil bernama Schüttorf. Para pengunjung tiba di klub, melakukan check-in dari dalam mobil, memarkir kendaraan di lahan parkir yang bersebelahan, lalu tetap berada di balik kemudi untuk menikmati penampilan berbagai DJ dan musisi, termasuk rapper Belanda, Dopebwoy.
Di luar bioskop, format drive-in sebenarnya belum pernah benar-benar mendapat tempat dalam budaya acara live. Namun kini, di berbagai penjuru Eropa, para pendeta mendirikan gereja drive-in dan promotor menggelar beragam acara drive-in. Lithuania telah menghadirkan bioskop drive-in. Masa depan venue dan acara drive-in tampak sangat menjanjikan, terlebih sekarang, di dunia pascapandemi yang terus menyesuaikan diri.
Lebih menyerupai festival musik daripada diskotek, para tamu tiba sebelum pukul 21.00, saat langit Jerman masih terang. Musik berakhir tengah malam agar tidak mengganggu tetangga. Tiket masuk untuk satu kendaraan berisi dua orang adalah €35, dengan opsi menambah orang lain seharga €15 per orang. Kabarnya, puluhan mobil bahkan datang dari Belanda, melintasi perbatasan negara untuk menghadiri diskotek ini.
Seperti diskotek sungguhan, Autodisco dijadwalkan menggelar malam-malam bertema. Acara-acara ini terbukti cukup populer, meski tidak memiliki sejumlah elemen penting yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari klub malam. Dalam situasi ini, pengunjung melompat-lompat di kursi mobil alih-alih menari, membawa minuman sendiri alih-alih membeli alkohol di venue; mereka juga menuliskan nomor telepon di balon dan mengangkatnya untuk menarik perhatian pengunjung lain. Mereka bahkan saling ‘berteriak’ dan ‘bertemu di toilet’. Meski begitu, akses ke toilet diatur ketat oleh staf klub. Hanya dua orang yang boleh masuk pada satu waktu, dan mereka hanya dapat masuk dengan mengenakan masker pelindung.
Untuk benar-benar merasakan suasana acara, banyak pengunjung kabarnya memodifikasi mobil mereka. Sebagian pengunjung dari Belanda memasang lampu polisi di atap mobil, sementara yang lain membawa konfeti dan glow stick serta menghiasi atap mobil dengan lampu Natal yang berkelap-kelip.
Klub di balik Autodisco, Index, adalah klub malam yang dikelola keluarga di Schüttorf, dan para pemiliknya menyambut konsep ini dengan antusias. Seaneh apa pun konsep drive-in tersebut, Index juga bermula dari gagasan yang tak kalah ganjil pada 1988. Para pemiliknya, Holger Bösch dan dua saudaranya, membangun klub malam itu dari nol di sebuah lahan kosong di luar kota, berharap pesta rave semalaman dapat menarik pengunjung dari tempat-tempat jauh. Intuisi mereka terbukti tepat. Selama tiga dekade terakhir, Index berkembang menjadi venue tujuan dan menjadi tuan rumah bagi artis internasional seperti Snoop Dogg dan Sean Paul. Kini Index memiliki enam lantai dansa, dinding panjat, kolam renang, serta ruangan luas yang seluruhnya terbuat dari es.
Meski demikian, diskotek drive-in ini tidak mendapat ulasan yang terlalu cemerlang. Bagi pengunjung yang berada di belakang, panggung sulit terlihat, dan setelah tiga jam, duduk di dalam mobil tentu mulai terasa tidak nyaman. Banyak pengunjung menyatakan bahwa mereka tidak akan kembali pada akhir pekan berikutnya.
Dopebwoy, yang nama aslinya Jordan Jacott, mengatakan kepada New York Times, “Akan ada banyak pertunjukan mobil seperti ini… Sebaiknya kita mulai terbiasa.”
Gambar utama melalui Unsplash


