Jelajahi ‘The Small Treasures’ – Merek Perhiasan Buatan Tangan
Sebagai desainer perhiasan, Revathy Nair memulai The Small Treasures, merek perhiasan buatan tangan dari Bangalore, untuk mewujudkan karyanya sendiri.
Sebagai desainer perhiasan, kepiawaian Revathy Nair dalam merancang perhiasan indah serta dorongan untuk menciptakan sesuatu miliknya sendiri mendorong lahirnya The Small Treasures – sebuah merek perhiasan buatan tangan yang berbasis di Bangalore. Desainnya minimalis dan kasual, tetapi setiap koleksi dan karya memiliki tema atau konsep di baliknya. Desain-desain yang dikurasi dengan cermat ini semakin menonjol berkat penggunaan material seperti kulit sintetis, manik-manik, dan renda. Kasual dan bebas, tetapi tetap penuh pertimbangan—itulah yang diusung The Small Treasure. Setiap koleksi, baik koleksi Nautica maupun koleksi freedom, memiliki gagasan, konsep, dan inspirasi di baliknya.
Ticket Fairy berbincang dengan Revathy, sosok kreatif di balik The Small Treasure, untuk memahami lebih jauh seluk-beluk menjalankan bisnis kecil di zaman sekarang.

Revathy Nair
Bagaimana Anda mendapatkan ide atau konsep untuk bisnis ini, terutama untuk menciptakan lini perhiasan yang sebagian besar terbuat dari kulit?
Sejujurnya, penggunaan kulit untuk membuat perhiasan berawal dari penemuan yang tidak disengaja. Saya membeli beberapa katalog sampel kulit untuk merencanakan interior rumah baru saya. Saya mulai bereksperimen dengan beragam sampel kulit dalam berbagai warna dan tekstur, lalu menyadari bahwa saya bisa menciptakan perhiasan yang unik dari bahan-bahan tersebut. Kulit memberi saya keleluasaan untuk membuat desain yang sulit diwujudkan dengan material kaku lainnya. Tak lama kemudian, saya beralih ke kulit sintetis sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dan mulai memadukannya dengan material lain. Seluruh eksperimen ini akhirnya bermuara pada lahirnya The Small Treasures.
Sebelum meluncurkannya, bagaimana pandangan Anda tentang memulai bisnis sendiri?
Gairah utama saya adalah merancang dan mencipta, jadi saya cukup gentar menghadapi berbagai pekerjaan pendukung yang menyertai pendirian sebuah bisnis. Saya benar-benar mengira menata semua hal tersebut akan menjadi tantangan terbesar yang saya hadapi.

Ceritakan beberapa tantangan yang Anda hadapi saat memulai bisnis ini dan sebelumnya tidak Anda perkirakan?
Tantangan terbesar jelas ada pada pemasaran. Perhiasan kulit, terutama untuk perempuan, masih merupakan konsep yang relatif belum banyak dijelajahi di India. Memperkenalkannya sebagai alternatif perhiasan, lalu meyakinkan pelanggan untuk mencobanya—terutama melalui media daring, ketika mereka tidak bisa menyentuh atau merasakan teksturnya—menjadi tantangan terbesar, bahkan sedikit lebih besar dari yang saya bayangkan.
Apa momen yang paling memuaskan bagi Anda bersama ‘The Small Treasures’?
Melihat sesuatu yang awalnya hanya berupa konsep di kepala saya berubah menjadi produk nyata adalah salah satu momen paling menggembirakan bagi saya. Selain itu, apresiasi yang saya terima atas desain pertama saya menjadi momen paling memuaskan hingga saat ini.
Sebagai pengusaha, apa yang memotivasi dan mendorong Anda?
Melihat karya saya dikenakan dan diapresiasi pelanggan jelas menjadi sumber kebahagiaan terbesar bagi saya.

Apakah kehidupan pribadi Anda berubah akibat bisnis ini?
The Small Treasures lahir setelah satu peristiwa besar lain dalam hidup saya, yaitu kelahiran bayi saya, Vihaan. Jadi, ada masa ketika saya benar-benar kewalahan, tetapi saya tidak menyesali satu momen pun!
Apa rencana Anda untuk ‘The Small Treasures’?
Saya ingin mengeksplorasi penggunaan lebih banyak material dalam desain saya dan bereksperimen dengan konsep-konsep yang lebih baru untuk menciptakan koleksi yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Apa nasihat yang akan Anda berikan kepada siapa pun yang ingin mengikuti jejak Anda?
Tidak ada yang lebih memuaskan daripada melihat ide Anda menjadi nyata, tetapi prosesnya membutuhkan waktu, kesabaran, dan keteguhan hati—jadi bersiaplah untuk menempuh maraton!