Nasha Experience Rilis EP 3 Lagu ‘Dard’
Manifesto budaya komunitas Asia-Inggris sejak awal 90-an, Asian Underground memadukan musik klasik India, Bollywood, Jazz, Drum & Bass, dan Jungle.
Sebuah manifesto budaya komunitas Asia-Inggris sejak awal 90-an, Asian Underground adalah bentuk musik yang memadukan unsur musik klasik India, nyanyian Bollywood, Jazz, Drum & Bass, dan Jungle. Musik Asian Underground telah membawa artis-artis seperti Talvin Singh, Nitin Shawney, dan Karsh Kale meraih pengakuan global, sementara Nasha Experience menjadi salah satu ekspor terbesar dari genre ini.
Nasha Experience adalah supergrup yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Enam orang dari latar kehidupan berbeda berkumpul untuk menciptakan musik yang memukau. Selama lebih dari dua dekade, kolektif ini menjadi salah satu pengusung utama Asian Underground. Kemampuan Nasha Experience merajut melodi dan cita rasa global ke dalam musik elektronik nu-skool membuat mereka menghasilkan sejumlah lagu terbaik dalam Asian Underground.
Selama bertahun-tahun, seluruh musik yang diproduksi Nasha Experience dirilis melalui Nasha Records, tempat mereka menghadirkan sejumlah lagu terbesar seperti ‘Clotted Cream’, ‘Harappa’, ‘808’, dan banyak lagi. Setelah merilis musik di Nasha Records selama lebih dari satu dekade, grup ini merasa perlu membangun ceruk mereka sendiri yang berfokus menyajikan musik Asian Underground yang emosional, dengan mempertemukan artis-artis lain dan para personel Nasha Experience sebagai individu; dari situlah Hundred Colours Music terbentuk.
Sejak didirikan pada 2015, dan dengan tetap membawa pendekatan tanpa henti yang mengutamakan kualitas di atas kuantitas dari Nasha Records, Hundred Colours Music telah menguasai seni menghadirkan musik elektronik Timur yang futuristis dan terdepan.
Setelah EP ‘Blueberry Junction’ pada 2018, label ini tidak merilis musik apa pun selama tiga tahun; dan akhirnya, setelah jeda panjang, Hundred Colours Music kembali dengan EP tiga lagu yang khas, ‘Dard’, menampilkan Nuphlo, Osmani Soundz, serta Barasingha dan Kone Kone.
EP ‘Dard’ dibuka dengan ‘Mila’ milik Kone Kone, sebuah nomor dreamy yang ditarik panjang ke belakang, dengan pola drum sederhana yang diperkaya ritme dalam dan dramatis. Lagu utama ‘Dard’ menonjolkan pola beat turbo milik Osmani Soundz dan Nuphlo, disajikan dengan kekuatan emosional yang tak tertandingi. Sebagai penutup EP yang memukau, Nuphlo dan Barasingha membawa kita memasuki hyperdrive intens lewat deep stepper 140 BPM yang begitu menyerap perhatian.
Dengarkan dan beli EP ‘Dard’ di sini.