Flux Pavilion Kembali dengan Single Baru
Jujur saja. Drop dubstep melodis dan dahsyat yang kita dengar sekarang akan terasa biasa saja tanpa pengaruh Flux Pavilion dan label Circus Records miliknya.
Jujur saja. Drop dubstep melodis dan dahsyat yang kita dengar sekarang akan terasa biasa saja tanpa pengaruh Flux Pavilion dan label Circus Records miliknya.
Setelah tahun-tahun awal dubstep, muncullah Joshua Steele, polimatik sonik dengan gaya khas drum, gitar, saksofon, dan piano, untuk menggemparkan skena dubstep seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Di usia baru 19 tahun, ia merilis karya musik studio pertamanya dan sejak saat itu, lewat lagu-lagu seperti ‘I Can’t Stop’—salah satu dari tiga lagu dubstep terbaik yang pernah dibuat—‘Bass Cannon’, dan ‘The Scientist’, Flux Pavilion menempati posisi sebagai salah satu penguasa genre ini.
Dampak musiknya yang menggetarkan tengkorak menjangkau superstar global seperti Kanye West dan Jay-Z, yang mengambil sampel lagunya, ‘I Can’t Stop’, dalam album kolaborasi mereka, ‘Watch The Throne’. Dipengaruhi oleh nama-nama seperti The Prodigy, Basement Jaxx, dan pelopor dubstep Rusko, Flux menyukai kegilaan berenergi tinggi yang mampu dihadirkan musik dubstep, dan hal itu mendorongnya mendirikan label sendiri pada 2009 bersama Doctor P, Simon Swan, dan Earl Falconer.
Kini memasuki tahun ke-13, Circus Records telah menjadi salah satu label dubstep paling berpengaruh, menaungi nama-nama seperti Cookie Monsta, Funtcase, Dr.Meaker, Ace Aura, dan banyak talenta menarik lainnya. Awal 2021 menjadi bulan yang menyedihkan bagi komunitas dubstep ketika Flux Pavilion mengumumkan bahwa ia tak akan membuat dubstep lagi, setelah cuitannya yang berbunyi ‘I am no longer a dubstep person’.
Namun, bagi seseorang yang memelopori perkembangan modern genre ini dan menghasilkan sejumlah lagu paling ikonis yang pernah dimilikinya, menjauh sepenuhnya tentu akan sulit. Para penggemarnya diam-diam berharap pengumuman itu hanya sementara, dan doa mereka terjawab ketika ia merilis ‘(Never Gonna) Be Alone’ di imprint Circus miliknya.
Seperti yang bisa diharapkan dari rilisan klasik Flux Pavilion, lagu ini dibuka dengan melodi-melodi mewah dan sampel vokal yang meledak ketika suara bass menghantam menjelang akhir intro. Drop-nya merupakan perpaduan indah antara elemen berat dan ringan, siap memikat kerumunan di musim festival Eropa mendatang.
Lagu ini juga menegaskan bahwa salah satu pelopor dubstep tak akan pernah mengecewakan lewat karyanya, dan arsitektur bass yang menghentak darinya akan menjadi warisan yang tak pernah pudar.
Anda mungkin juga suka: Skream & Benga To Make A Return This Year