Lompat ke cerita

STAY GOLDEN Rilis Album Debut ‘Silent Covenant’ di All Day I Dream

Produser asal Bali ini debut di label ikonis lewat tujuh lagu yang memperkenalkan warna indie dance segar bernuansa funk ke semesta All Day I Dream.

Produser asal Bali ini debut di label ikonis lewat tujuh lagu yang memperkenalkan warna indie dance segar bernuansa funk ke semesta All Day I Dream.

Musik house berbasis storytelling dari produser asal Bali, STAY GOLDEN, memasuki babak baru lewat perilisan album debutnya, ‘Silent Covenant,’ di imprint milik legenda musik dance Inggris, Lee Burridge, All Day I Dream. Sebagai produser, DJ, sekaligus pendiri seri acara TOTEM Society, Stay Golden menempuh jalur yang tak lazim menuju musik elektronik—beralih dari karier sukses mengelola bisnis multimedia AR/VR ke penciptaan soundscape yang sangat atmosferis dan sinematik, berakar pada apa yang ia sebut sebagai “intergalactic storytelling.”

Dalam tujuh lagu di album debutnya, STAY GOLDEN mengeksplorasi koneksi tak kasatmata yang kita bagi dan membentuk hidup kita—koneksi yang bisa hadir tanpa perlu diucapkan. Di saat yang sama, album ini menjadi pernyataan berani dari sang artis sekaligus arah baru yang menggairahkan bagi salah satu label paling legendaris dalam musik elektronik.

Setelah menemukan All Day I Dream di sebuah pesta di Moskwa pada 2016, STAY GOLDEN membangun jalur yang tak lazim: dari mengelola bisnis multimedia AR/VR hingga menjadi produser, DJ, dan pendiri TOTEM Society. Latar belakangnya dalam teknologi imersif dan storytelling visual kini membentuk musik serta acaranya yang atmosferis, dengan penampilan rutin di Burning Man.

‘Silent Covenant’ membawa visi imersif tersebut ke album debutnya, dibuka dengan empat lagu orisinal STAY GOLDEN sebelum berkembang menjadi kolaborasi bersama Alexey Union, Broken Hill, Kinky Sound, Ünam, dan Anticalm. Bagi All Day I Dream, album ini semakin memperluas pendekatan emosional dan melankolis label tersebut terhadap house dan techno, melanjutkan semesta musik yang dibangun Lee Burridge dan Matthew Dekay selama lebih dari satu dekade.

Setiap lagu menjadi langkah lain dalam perjalanan yang sama, bergerak melalui tekstur melodis, ritme yang memikat, groove yang menular, dan momen-momen introspeksi yang lebih dalam. Meski berakar pada kepekaan emosional yang menjadi ciri khas All Day I Dream, ‘Silent Covenant’ menghadirkan sesuatu yang terasa berbeda bagi label ini: warna indie dance yang lebih bernuansa funk dan berorientasi groove, dengan penekanan lebih kuat pada ritme dan gerak.

STAY GOLDEN memasuki dunia tersebut dengan warna suaranya sendiri—tetap mempertahankan emosi, atmosfer, dan rasa pelarian yang menjadi inti All Day I Dream, sembari membuka pintu menuju masa depan yang lebih digerakkan groove, funky, dan indie dance.

‘Silent Covenant’ milik STAY GOLDEN telah tersedia di semua platform, bersama paket vinil 2x edisi terbatas di All Day I Dream

Ikuti TFword di Instagram | Facebook | X | Spotify

Anda Mungkin Juga Suka:

Mammboh Rhythms Records Rilis ‘UNITED FOR COLOMBIA’ untuk Bantuan Korban Gempa

Album Debut Cloonee Mengajukan Pertanyaan Sederhana: ‘Are You Still You?’

Axel Boman Meluncurkan Blurry dengan Album Baru, ‘Tell It To The Mountain’


Buletin TF Word

Dapatkan TF Word di email Anda

Satu email setiap minggu: cerita yang layak dibaca dan pertunjukan yang layak didatangi. Tanpa spam, berhenti berlangganan kapan saja.

Baca di sini, datang ke sana

Setiap cerita di TF Word berawal dari satu malam di luar.

Temukan pertunjukan, festival, dan malam klub yang ditulis majalah ini.

Cari acara di dekatmu