Aydn Bicara tentang Rilisan Terbarunya di Sunny Moves
Sunny Moves adalah label Drum & Bass asal London yang menghadirkan sisi DNB yang kaya dan atmosferis.
Sunny Moves adalah label rekaman Drum & Bass asal London yang mengkhususkan diri menghadirkan sisi DNB yang kaya dan atmosferis. Sejak berdiri pada 2019, mereka konsisten merilis Liquid Drum & Bass spektakuler dari nama-nama seperti Low:r, Pyxis, Patient, Elixr, Solsan, dan banyak lagi!
Salah satu langganan label yang belakangan ini mengguncang skena Drum & Bass adalah produser asal Bristol, Aydn, yang kembali ke label tersebut dengan karya melodis memukau berjudul ‘Beneath’.
Aidan Bennett mulai mengenal piano sejak kecil, sementara pintu masuknya ke musik elektronik terbuka ketika guru pianonya memperdengarkan beberapa produksinya melalui perangkat lunak produksi musik. Setelah itu, ia sempat menjajal dunia Dubstep, Future Bass, dan House sebelum menjadikan Drum & Bass genre utamanya pada 2020.
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=SEW1Ng982m4]Setelah debut di Amotion Records, Aydn telah merilis karya di Soulvent Records, Goldfat Records, Calibrate, dan kini kembali ke Sunny Moves dengan nomor Liquid Drum & Bass yang memukau. Kami berbincang dengan produser yang sedang naik daun ini tentang rilisannya di label asal London tersebut, gaya produksinya, dan rencananya untuk 2022!
Dari ‘Vacant’ pada 2020 hingga ‘Beneath’ di Sunny Moves pada 2021, perjalananmu sungguh PANJANG. Bagaimana semuanya bermula?
AYDN: Kurasa bisa dibilang aku sudah membuat musik sendiri selama sekitar empat atau lima tahun, sebagai kegiatan sampingan di sela-sela kuliah. Lockdown pada awal 2020 memberiku waktu untuk duduk dan berpikir serius soal merilis musik. Kalau jujur, aku mulai mendengarkan DNB kira-kira bersamaan dengan saat mulai memproduksinya. Aku mendengar ‘You Got Me’ dari Monrroe dan langsung jatuh cinta pada liquid. Waktu luang itu juga memungkinkanku menyiapkan media sosial dan meningkatkan kualitas trek-trekku sampai ke standar yang membuatku puas.
Proyek pertamaku, ‘Vacant’, adalah EP yang kurilis sendiri dalam skala kecil. Saat membuatnya, aku belum punya monitor atau headphone yang layak, jadi trek-treknya kubuat menggunakan sepasang earbud bawaan Apple. Kalau dipikir-pikir, mungkin itu bukan ide terbaik, tapi ini proyek pertamaku dan aku benar-benar belum tahu cara melakukan A/B pada trek atau apa itu mastering. Sebagian besar proses belajarku datang dari banyak artis liquid lain melalui sesi feedback dan Discord, jadi bisa dibilang aku sangat berutang kepada mereka karena telah banyak membantuku di tahap-tahap awal.
Kami melihat berbagai gaya dan pengaruh berpadu dalam musikmu, tapi bagaimana kamu ingin mendeskripsikan gayamu sendiri?
AYDN: Mungkin aku akan bilang gayaku cenderung berada di sisi yang lebih berat dalam spektrum liquid drum and bass. Meski aku suka membuat trek yang melodis dan melayang, sering kali aku merindukan sedikit ‘grit’ ketika ingin menambahkan hentakan bass sesekali atau drum break yang lebih minimal. Aku memang suka membuat liquid, jangan salah, tapi kurasa sejauh ini aku belum benar-benar mendorong batas-batasnya. Menurutku, trek ‘No Option’ di Soulvent: Tonics 2 mungkin adalah trekku yang paling ‘nyeleneh’ dari segi produksi.
Kurasa ada tantangan untuk menemukan keseimbangan antara eksperimental dan formulaik, terutama sebagai artis yang masih berada di awal karier. Kamu ingin menarik perhatian label karena memiliki suara yang unik, tetapi tetap harus berada dalam koridor genre yang dirilis label tersebut. Ini memang tidak mudah. Kurasa aku masih belum benar-benar menemukan suaraku, tetapi untuk saat ini aku menikmati keberagaman dalam produksiku, dari minimal hingga liquid. Selain itu, aku selalu mudah terpikat oleh vocal chop atau sampel vokal, apa pun jenis trek yang sedang kubuat.
Kembali ke ‘Beneath’; rilisan ketigamu di label ini sekaligus trek yang merangkum atmosfer indah yang selalu kamu usung dalam karya-karyamu. Bagaimana pendapatmu?
AYDN: Aku selalu senang merilis karya bersama Sunny Moves. Timnya hebat, dan aku sangat berutang kepada mereka karena telah memberiku rilisan label pertamaku. Melodi adalah salah satu aspek terpenting bagiku, dan biasanya itu yang kuperhatikan lebih dulu sebelum detail teknis apa pun. ‘Beneath’ benar-benar menangkap hal tersebut, dan aku sangat puas dengan hasil akhirnya. Kurasa banyak inspirasi atmosferisku datang dari Madeon atau Porter Robinson. Trek-trek mereka selalu memiliki perpaduan pad dan synth yang kuat, mengalir dan bergulir di bawah apa pun yang berlangsung di atasnya. Aku ingin bisa mereplikasi hal itu dalam beberapa treku sendiri.
Menurutmu, apakah lockdown tahun lalu memberimu ruang pikiran untuk menulis lebih banyak musik dan menginspirasi alur kreatifmu?
AYDN: Seratus persen. Kurasa tanpa lockdown, aku bahkan tidak akan terpikir untuk menekuni musik secara serius. Saat ini rasanya aneh beralih dari sesuatu yang murni hobi menjadi sesuatu yang lebih profesional. Kurasa aku tidak akan pernah menganggap membuat musik sebagai prioritas nomor satu dalam hidupku. Faktanya, aku membuat musik karena menikmatinya. Begitu kamu memberi terlalu banyak tekanan pada diri sendiri untuk terus menghasilkan lagu, kamu bisa melupakan alasan awalmu mulai memproduksi musik.
Apa rencana Aydn untuk 2022?
AYDN: Resolusi tahun baruku kali ini adalah mengutamakan kualitas, bukan kuantitas. Aku benar-benar ingin fokus merilis trek berkualitas yang akan benar-benar disukai orang. Tahun lalu aku merasa terlalu terbawa dalam perlombaan tanpa akhir dan hampir merasa harus terus merilis karya demi menunjukkan perkembanganku. Aku sudah menyiapkan beberapa trek menarik untuk tahun depan dan tidak sabar menunjukkannya kepada semua orang!
Beli ‘Beneath’ karya Aydn di Sunny Moves Records: DI SINI